Trip to Jakarta #2

16.50 (it means 10 menit lagi kereta berangkat)
“Dzulfikar!!!!” (Duh, kenapa openingnya mesti pakai nama anak ini ya -_-)
“Dzulfikar! Dzulfikar! Dzulfikar! Check your phone, please!” Aku benar-benar panik. Saat itu pula aku benar-benar mondar-mandir di stasiun. Nggak peduli deh orang-orang pada ngelihatin aku gimana.


Fortunately ...
“Hey kamu!! ke mana aja?” sontak aku teriak pas lihat dia bergegas memasuki stasiun dengan membawa barang bawaan yang terlihat cukup berat. Ternyata dia juga sama paniknya denganku karena dia berangkat dari rumahnya di Wonosobo.

Alhamdulillah... jadi ke Jakarta! Jadi ikut SBMPTN!
 #apabanget

Kami pun terpisah. Aku di gerbong pertama. Dzul di gerbong terakhir.
“Kik, hapemu aktif kan? Nanti sms aja ya!”
lah, harusnya kan aku yang tanya gitu, dari tadi kan kamu yang gak bisa dihubungi-_-

-Di Kereta-
blablabla
terjadi percakapan antara bapak dan anaknya yang berusia 3 tahun.
“Ayah, kereta bahasa inggrisnya apa?”
“hmmm .. Ayah lupa. Apa ya? Ibu ingat nggak?”
aku pun ternganga. Gileee. Anak tiga tahun udah diajari bahasa Inggris. Keren juga tuh. Wkwk. #bisadicontoh.
“Ibu juga lupa, Dek! Coba deh tanya mbaknya!” waw. Di sini nggak ada mbak-mbak yang lain selain aku. Clearly, aku lah orang yang dimaksud ibu itu. Haha.
tapi kenapa tiba-tiba ibu itu ‘mengisyaratkan’ aku ya? Hmmm ... apa gara-gara aku sedang baca buku SBMPTN yang tebalnya setebal kamus? hmmm ... untungnya, aku tahu! Yeap.
“bahasa Inggrisnya kereta itu ... train, dek!”
Anak kecil itu pun ternganga sambil menatapku dengan penuh kebingungan.
“hmmm.. train. T-R-A-I-N. Bacanya trein.” (duh, kenapa aku harus melakukan hal konyol ini? mana mungkin anak kecil itu paham. Anak sekecil itu kan belum bisa nulis, peduli amat dah sama ejaan).
Anak kecil itu pun masih berekspresi penuh kebingungan.

Akhirnya, aku memilih untuk cepat-cepat mengalihkan pembicaraan ..
“Adek sudah sekolah? PAUD? Play group?”
“Belum, mbak. Masih tiga tahun ini” jawab sang ibu. “Mbaknya nanti turun mana?”
“Saya turun di Jatinegara, Bu”
“Oh. Kalau begitu sama, saya juga turun di Jatinegara. Lha mbaknya sendirian ke Kutoarjo?” jawab sang ayah dengan ramah.
(Ha? Ke Kutoarjo? Apa bapak ini dari tadi nggak merasakan logat jawaku yang teramat kental ya?)
“hehe. Saya asli Purworejo, Pak! Mau ke Jakarta, ikut tes masuk PTN”
“ooh saya kira mbaknya ini orang Jakarta yang lagi liburan di Purworejo. Tesnya di mana?”
(haha liburan di Purworejo? Emang ada apa di Purworejo? ckck.)
“Di Cijantung, Pak. Jakarta Timur”
“Wah, itu daerah saya. Rumah saya di Cijantung. Mbaknya lokasi tesnya di mana?”
“Oh ya?? Wah.. saya di SMA 39, Pak!”
“Wah dekat itu. Di kompleks Kopassus. Mudah dijangkau juga. Nanti mbaknya bisa naik blablabla...”
Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah.. Kau telah memudahkan.


-Di Restorasi Kereta-
Butuh perjuangan untuk bisa sampai tempat ini. Aku yang sebenarnya jarang sekali naik kereta (kecuali prameks) harus jalan dari gerbong satu ke gerbong lima. Sempat takut juga sih saat melewati sambungan kereta, tapi saat benar-benar melewatinya rasanya senang dan sensasi banget seakan-akan aku berada di lantai ajaib yang bisa bergoyang-goyang.  #abaikan.

Karena terlalu fokus dan asyik (menahan pusing) berjalan melawan arah kecepatan kereta, nggak sadar ternyata Dzul di depanku dengan wajah tanpa ekspresi.
“Lho? Hey!”
blablabla
Finally, kami pun ngobrol ngalor-ngidul selama kurang lebih 2 jam, ini pun gara-gara tempat makannya untuk gantian orang lain (read : diusir).


Yeah. Sebenarnya, ini kali pertamanya aku ngobrol ngalor-ngidul sama si Dzul. Biasanya kan via chat, itupun yang diobrolin hanya seputar SBMPTN dan Kampus Perjuangan. Nggak nyangka aja, sih. Secara, kan aku anak Purworejo dan dia anak Wonosobo, kan udah beda geografis gitu, kirain bakalan susah nyambung ... ternyata enggak. Hukum itu nggak berlaku (dan emang nggak pernah berlaku kali ya =”). Oiya, dia juga instamania. Mau makan aja jepret dulu. Wkwk. Nggak percaya? Coba check dan follow IG @Dzulfikarakhman. Dijamin deh, setelah follow, kalian bakal .... apa ya? Hmmm ... apa aja deh yang kalian rasakan, apa pun yang kalian lihat, dan apa pun yang kalian rasakan ... semua itu tergantung bagaimana kalian menyikapinya #lah #apa #ini.

ini nih bukti si instagmania. baca deh caption-nya. wkwk.
btw, @lensakecil_ itu IG-ku #FYI
makasih banget buat yang berkenan follow :)


ini penampakan beneran apa bukan ya :v
foto ini aku ambil dari instagramnya dia (@Dzulfikarakhman).
kalau penasaran sama foto lain yang lebih normal,
silakan follow saja :) Recommended.
 "udah aku bantu promosi IG nih, Dzul"

Baru jam 20.00 WIB tapi para penumpang sepertinya sudah kelelahan, aku lihat sudah sedikit sekali yang masih terjaga (atau malah nggak ada ya?) I feel alone .. :(
Yeap, kembali peluk kasih untuk buku SBMPTN tercinta hadiah dari my brother-Deni Kartika (FMIPA ITB 2015)
Tapi ternyata, belajar di kereta tidak seperti yang aku bayangkan. Setiap kali aku mencoba menulis hitungan, selalu saja meleset tidak keruan (aku tak kuasa menahan goncangan ini). Memahami soal bacaan pun terasa sangat sulit karena kurangnya kemampuanku berkonsentrasi di tengah kebisingan mesin kereta. 
Ohh ... belajar di kereta? It doesn’t work! 
Finally, aku memilih untuk tidur saja...

***
#flashback

16 Mei 2015

Aku    : “Rur, aku udah daftar SBMPTN loh. Lokasinya di SMA 39, Cijantung, Jakarta Timur. Rumahmu di Jakarta Timur kan, Rur?”
Ruri  : “Ha? Jakarta? Kamu ngapain tes di Jakarta? Jauh amat? Ha? Serius kamu di 39? Itu dekat sama rumahku!”
Aku  : “Iya hehe. Pengin sekalian traveling #plak. Serius dekat? waahh bisa mampir, dong! Wkwk. Kamu udah daftar? Lokasi mana?”
Ruri   : “kamu kok nggak bilang sih kalau mau tes di sini??? Argghh tahu gitu kan aku daftar sekarang, biar deket rumah. huhu. Aku udah daftar kemarin, dapat lokasi di Rawamangun. Duh, jauuuh”
Aku    : “Rawamangun?? Itu dekat kostan kakakku, Rur! Jauh banget ya dari rumahmu? Lah, aku nggak ngerti Jakarta. Coba deh nanti aku tanya kakakku”
Ruri    : “Andaikan kita bisa tukeran ya, Kik! Pasti enak tuh”
Aku     : “sayangnya nggak bisa, Rur!”

***
Nah ini dia si cantik Ruri. Salah satu teman dunia mayaku.
sama-sama pejuang STMKG.
unfortunately, STMKG tahun ini tidak menerima taruna baru.
Sedih :(

-Arrived in Jatinegara-
Aku menginap di rumah saudara tepatnya di Pisangan Lama, Jakarta Timur
Aku        : “Rur, aku udah di Jakarta loh”
Ruri        : “Wah, selamat datang di ibukota, kawan”
Aku        : “iyaa, makasih ;)”
Ruri        : “eh, sebelum kamu balik, jalan-jalan yuk ...”
Aku        : “ayoo ayoo. Ke mana ya?”
Ruri        : “ke Ragunan atau planetarium nih?”
blablabla
Ruri        : “Ragunan yaa”


Ragunan,
Here I am. I will visit you for the second time. I really miss you after the first time I left you. And, I will see how your zookeeper did to keep you after all this time. People said that you are better now. But, I will prove it myself.
Wait me, okay .....!


Regards,
The imagine traveler

to be continued

Share this:

CONVERSATION

0 komentar :

Posting Komentar