Trip to Jakarta

Hmmm ...
Bukan apa-apa, sih. Hanya keisengan saja menulis di waktu luang. Mengenang kisah-kisah yang semoga tak terlupakan :)
Oh iya, tulisan ini aku persembahkan untuk nama-nama yang aku sebut dalam kisah ini #apabanget. Semoga kalian suka yaa

Eh, tapi semoga aja kalian nggak baca, soalnya tulisan ini masih acak-acakan (karena aku bukan penulis yang baik). Aku jarang banget nulis untuk dipublikasi di blog. Biasanya sih nulis untuk tugas sekolah dan konsumsi pribadi aja. hehe.

Tapi aku juga pengin kalian tahu kalau perjalanan yang kita lewati bersama itu berarti banget buat aku, aku bahagia banget bisa ‘travel’ sama kalian. Semoga perjalanan kita menjadi langkah awal menuju kemenangan ya, kawan! And I hope we’ll get the wisdom from our jouney :)

Aku nggak akan nyeret-nyeret kalian ke sini. Biarlah kalian secara nggak sengaja nyasar ke sini. And read this ‘til the end. Ckckck.

Semua berawal dari tanggal 6 Juni 2015
Pagi.
Hmmm ... “nanti malam aku udah di kereta”
Hmmm .... “gimana rasanya ya?”

(Planning)
Nah, pagi ini aku putuskan untuk free belajar dan menemui teman-teman seperjuangan #apabanget. Pertama, menemui Syarif. Temanku yang satu ini paling ‘galak’ diantara teman-temanku yang lain. Gimana enggak? Ngerjain soal aja ngomeeeel mulu. Soal yang susah ditebak aja dia marah-marahin abis-abisan, apalagi .... #tetoot. Aku paling inget quote-nya dia saat aku bilang kalau AKU SUDAH LELAH.
“Jangan lelah dulu, kita tuh sedang diuji seberapa keras usaha kita” said Syarif Hidayat calon Master of Engineering. Aamiin.

Oh iya, tujuanku menemui Syarif ini bukan untuk say good bye dan baper-baperan apa lah itu sebelum aku pergi, tapi aku mau ngembaliin soal try out yang aku pinjam untuk difotokopi (walaupun akhirnya nggak jadi difotokopi, sih. Wkwk. Karena suatu hal yang menurutku lebih baik aku baca versi ori-nya aja. Wkwk. I hope you understand, Rif. And, sorry ...).
ini dia penampakan Capt. Syarif.
Kalau ada event sepak bola, dia nih yg paling semangat.
Real Madrid punya.



Kedua, Fuad. Haha temanku yang satu ini nih selain enerjik banget, juga semangatnya supeerr tinggi. Mantan aktivis sekolah, sih. Wkwk. :2thumbup: for ya deh, Ad. Ada sebuah momen yang hmmm apa ya namanya? Luar biasa? Berani? Gila? Hmm apa aja lah, jadi gini ...
Di suatu hari yang cerah ...
<skip> #gakpentingsih
terjadi sebuah perbincangan serius antara Fuad dan seseorang. 
(Aku lupa dialognya, langsung ke intinya aja yaaa)
seseorang : “maaf ya, Ad”
Fuad : “rapopo kok, aku cahe ra seneng golek aman” (nggak papa kok, aku anaknya nggak suka cari aman)
uwwooo aku yang berada di belakangnya, merinding deh dengarnya. Wkwk.
jadi gini kilas baliknya ...


(Yeelaa masa-masa genting saat registrasi snmptn).
tiba-tiba saja si Fuad dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang ingin bicara serius dengannya. Seseorang itu minta maaf dengan segenap rasa tak enak dan takut melukai hati si Fuad (You-know-what-I-mean) #bukan #perkara #cinta #tapi #perkara #masadepan.
hmmm .. untung si Fuad woles orangnya, dengan santai ia menjawab kalimat ‘gila’ itu tadi. Gilee aku sampai merinding dengarnya. Setelah seseorang itu pergi, gantian aku yang mau ngomong serius ke Fuad. Haha.
“yakin nggak yakin emang harus nyiapin SBMPTN sih, Ad”
Dan semenjak itu ... layaknya tinta di atas air, sebuah komitmen terjalin #apabangetbahasanya.


ini nih penampakannya Si Fuad. 
Foto ini diambil saat jadi panitia seminar.
Taken by me. haha.
Aku dan Fuad jadi sering belajar bareng bahas soal-soal SBMPTN. Hmmm.. terlihat aneh sih memang, di saat yang lain fokus UN, kami berdua (sebenarnya berempat sih, sama Paksi dan Maryam. Namun, masa-masa belajar kami berempat tak berlangsung lama) sosoan belajar soal tingkat tinggi.
Oh iya, bahkan ada beberapa teman yang menasihati kami, “mending fokus UN dulu, optimis SNMPTN” hmmm... makasih banget deh yaaa udah mempedulikan kami. But, I remember .. setiap tahunnya 99% siswa lulus UN, dan dari sekian peserta SBMPTN yang lolos hanyalah kisaran angka 15%. Haha. Masih mau mengabaikan SBMPTN? UN dan SBMPTN itu sama pentingnya. Sama asyiknya. Wkwk. Walaupun beberapa orang menganggap SBMPTN jauh lebih asyik dari UN, tapi setelah aku menjalani keduanya, I conclude that both of them was sama asyiknya. Keduanya punya sisi ‘asyik’ yang berbeda. Dan saya bahagia bisa merasakannya.

(Planning Selesai)


The fact was ...
Aku menemui Fuad terlebih dahulu di pondoknya. Oh iya, aku menemui si Fuad ini karena mau ngambil buku yang dia pinjam.
sesampainya di pondok Fuad, aku nunggu dia ke luar cukup lama -_- untung ada adek kelas yang baik hati bersedia manggil si Fuad.
Akhirnya, dia keluar ... Gileee mau kemana, bung? Bawa tas ala backpacker gitu, mau ke gunung? Duh, SBMPTN dijalanin dulu deeeh =”
“Aku sedih he, Kik!”
“lha kenopo?”
“Aku meh boyongan muleh nang Bruno” (Aku mau pulang ke Bruno) *Boyongan : membawa serta semua barang yang dimiliki
“Kamu udah nggak di Pondok lagi?”
“Udah enggak”
Sedih ... semuanya lambat laun akan berakhir, dan memang harus berakhir. Satu per satu temanku mulai meniti kehidupan baru mereka masing-masing.

Then, I continued my plan .. ke percetakan foto. Karena ada rumor katanya harus bawa foto berwarna ke ruang ujian, hmmm.. yaudah, aku ke percetakan (paling malas sebenarnya karena harus nunggu lama)

Yap, pulaang.. sekaligus mampir rumah Syarif.
blablabla. “Kik, aku jadinya berangkat tanggal 12. Oca juga, tapi beda kereta”
“oalaaah sayang sekali kalian nggak bareng” :(
Ocaaa di mana Oca?? Mengapa dirimu sulit sekali dihubungi??
Si Oca. Temanku yang satu ini adalah calon ahli di bidang kesehatan.. aamiin :) hmm, nggak mungkin aku tiba-tiba ke rumahnya dan baper-baperan, ya kali dia di rumah. Hmm, yaudah deh, semoga aja kita dipertemukan di tanah perjuangan kelak ya, Ca :)


ini dia si Oca (yang pakai kerudung biru bukan yg putih)
Entahlah .. apa motif dia niru gayanya si putih.
hmmm
-Di Rumah-
Aku udah diuber-uber suruh buruan packing, mandi, makan, siap-siaplah ... duh, rasanya masih malas pergi, pengin tidur, tapi nggak mungkin. Mau nggak mau emang harus nurut ._.

-Di Stasiun-
Kereta berangkat pukul 17.00 WIB. Aku sampai di stasiun pukul 16.20 WIB. Ku pikir aku bisa tenang karena datangnya tidak terlalu mepet, tapi ternyata ... wogh, panik kak.. aku nggak pegang tiket!! Huaaa tiketku di Dzulfikar!! Aku berkali-kali telepon si Dzul, tapi yang ada malah suara mbak-mbak. Duh, Where are you boy? Whatsapp nggak aktif, sms nggak terkirim. Jadi berangkat sekarang nggak? Kalau nggak sekarang, kapan lagi? Tiket untuk hari-hari besok sudah habis pastinya.. jadi tes SBMPTN nggak?? huaaa

“Dzul, Kamu di mana?”


to be continued

Share this:

CONVERSATION

0 komentar :

Posting Komentar