DNA
Siapakah?
Aku? Kamu?
kita? Kekasih?
atau bahkan mereka?
gulungan perkamen putih berhias pita merah
yang dulu tersimpan rapi dari jangkauan
kini tergores tinta hitam
goresan yang entah apa namanya
aksara? Namun, tak berbuah makna
lukisan? Jelas bukan.
mungkin hanya coretan biasa
bahkan, tak jelas siapa pemiliknya
sang empu tak pernah berpesan apa-apa
kini beliau pergi
meninggalkan tanda tanya
Aku? Kamu?
kita? Kekasih?
atau bahkan mereka?
gulungan perkamen putih berhias pita merah
yang dulu tersimpan rapi dari jangkauan
kini tergores tinta hitam
goresan yang entah apa namanya
aksara? Namun, tak berbuah makna
lukisan? Jelas bukan.
mungkin hanya coretan biasa
bahkan, tak jelas siapa pemiliknya
sang empu tak pernah berpesan apa-apa
kini beliau pergi
meninggalkan tanda tanya
Pantang bagi kami
menyentuh benda itu
biarlah alam yang menjaganya
jelas saja, kini hujan membasahinya
Senja kembali tampak dengan anggunnya
memecah segala canda tawa dan riuh riang
Aku yang tengah berdialog dengan seseorang
tentang arti sebuah kalimat,
“Fajar tak pernah hadir bersama Senja”
memaksa langkah kami kembali ke penginapan
memuja datangnya malam
bersiap menyambut gelap
mengerahkan melatonin tuk bekerja
sepanjang malam, bersama rembulan.
Terimakasih DNA,
atas ketersediaanmu mengisi ruang kosong ini
tiga persen dari dirimu telah mengakar di jiwaku
membentuk aku
aku yang sejatinya hanya ruang hampa
kini padat oleh pergolakanmu.
DNA,
sampaikan terima kasihku yang agung,
kepada penciptamu Yang Maha Agung.
biarlah alam yang menjaganya
jelas saja, kini hujan membasahinya
Senja kembali tampak dengan anggunnya
memecah segala canda tawa dan riuh riang
Aku yang tengah berdialog dengan seseorang
tentang arti sebuah kalimat,
“Fajar tak pernah hadir bersama Senja”
memaksa langkah kami kembali ke penginapan
memuja datangnya malam
bersiap menyambut gelap
mengerahkan melatonin tuk bekerja
sepanjang malam, bersama rembulan.
Terimakasih DNA,
atas ketersediaanmu mengisi ruang kosong ini
tiga persen dari dirimu telah mengakar di jiwaku
membentuk aku
aku yang sejatinya hanya ruang hampa
kini padat oleh pergolakanmu.
DNA,
sampaikan terima kasihku yang agung,
kepada penciptamu Yang Maha Agung.
0 komentar :
Posting Komentar